Informasi Seputar Masakan Dan Kuliner Terupdate

Library Cook

Mengenal Soto Betawi Haji Ma’ruf, Tempat Makan Legendaris di Jakarta

Sama-sama Populer,Tapi Apa Perbedaan Soto Betawi dan Soto Lamongan

Library Cook, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai beragam tradisi, budaya, dan suku yang berbeda-beda. Selain itu, sajian kuliner yang ada di Indonesia juga bermacam-macam jenisnya dan terkenal kaya akan rasa.

Dari banyaknya makanan di Indonesia, salah satu menu makanan yang populer adalah Soto Betawi. Soto Betawi dikenal sebagai sajian kuliner khas dari Betawi yang sudah terkenal di antara masyarakat Indonesia.

Makanan ini terkenal karena rasa kuahnya yang khas karena memiliki rasa gurih dengan paduan rempah-rempah yang khas. Soto Betawi juga dibuat dengan varian yang beragam mulai dari Soto Betawi Daging, Soto Betawi Babat, dan lain-lain.

Kemudian tempat makan Soto Betawi yang sudah dikenal legendaris di Indonesia adalah Soto Betawi Haji Ma’ruf. Tempat makan ini sudah dikenal dengan rasanya yang nikmat dan khas.

Soto Betawi Haji Ma’ruf juga pernah dikunjungi oleh tokoh-tokoh penting Indonesia seperti Almarhum Gus Dur, Presiden Joko Widodo, dan Anies Baswedan. Rumah makan ini menyajikan menu soto dengan rasa autentik khas Betawi.

Diketahui, Soto Betawi Haji Ma’ruf sudah berdiri sejak 1940-an dengan memulai perjalanannya sebagai tukang soto menggunakan gerobak keliling. Saat itu, Haji Ma’ruf berjualan dengan memikul gerobak mengelilingi kawasan Cikini, Pasar Kembang, Jakarta Pusat.

Selain berjualan menggunakan gerobak, Haji Ma’ruf juga pernah berjualan di rumahnya yang ada di Gondangdia. Ia juga pernah membuka tempat makannya dengan berjualan mendirikan tenda di pinggir jalan pada tahun 1960 hingga 1970-an.

Perjalanan Soto Betawi Haji Ma’ruf

20150822-Soto-Betawi

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber Soto Betawi Haji Ma’ruf sudah berdiri sejak 1940an. Soto Betawi ini merupakan soto dengan santan susu pertama yang menjadikan rasanya orisinil dan khas.

Haji Ma’ruf pernah berjualan menggunakan gerobak keliling di kawasan Cikini, Pasar Kembang, Jakarta Pusat. Kemudian pernah berjualan di rumahnya yang ada di Gondangdia dan mendirikan jualan di tenda pinggir jalan sejak 1960 hingga 1970.

Ketika berjualan menggunakan tenda, Haji Ma’ruf pernah diusir oleh Satpol PP dan di era 1980-an pertama kalinya Soto Betawi Haji Ma’ruf membuka rumah makan permanen. Rumah makan tersebut berdiri di depan Taman Ismail Marzuki.

Meskipun sudah terkenal bangunan rumah makannya harus dipindahkan ke bagian dalam Taman Ismail Marzuki. Para pelanggan tetap pun sempat tidak mengetahui kepindahannya dan mengira tempat makan ini tutup.

Sempat Ingin Menutup Usaha

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Library Cook